Rabu, 11 Juli 2012

straoberi dan analisis usaha taninya


I.       PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Paduan rasa manis dan asam, rupanya sudah jadi ciri buah mungil ini. Tentunya Anda juga sepakat untuk mengkategorikan salah satu holtikultura ini sebagai tanaman yang memiliki potensi budidaya tinggi. Disamping itu, dalam rangka memenuhi komitmen nasional, pemerintah melalui UU No. 25 Tahun 2000 tentang PROPENAS tahun 2000 – 2004 telah ditetapkan program peningkatan ketahanan pangan yang bertujuan :
1)      Meningkatkan keanekaragaman produksi,  ketersediaan dan konsumsi pangan bersumber pangan ternak, ikan, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan produk-produk olahannya,
2)      Mengembangkan kelembagaan pangan yangmenjamin peningkatan produksi serta konsumsi pangan yang lebih beragam,
3)      Mengembangkan bisnis pangan dan
4)      Menjamin ketersediaan gizi dan pangan bagi masyarakat. Namun dalam banyak kenyataan masih sering dijumpai kelemahan dalam mengembangkan produk-produk pertanian yang salah satunya disebabkan oleh kurang perhatiannya terhadap masalah-masalah pemasaran.
Buah stroberi yang memilik beberapa manfaat yang menehatkan tubuh. Beberapa manfaat stroberi menurut SDA (United State Department of Agriculture) :
1)      Khasiat stroberi tidak akan berubah, meski sudah diolah menjadi jus, kue, ataupun selai. Riset membuktikan, roti bakar yang diolesi selai stroberi mengandung anti oksidan 50 persen lebih banyak dibanding stroberi segar .
2)      Stroberi kaya vitamin C, dan tingkat keasaman vitamin C-nya aman untuk lambung.
3)      Mengonsumsi satu cangkir stroberi setiap hari bisa menurunkan resiko berbagai jenis kanker. Diantaranya kanker leher rahim, payudara, colon, dan tenggorokan.
4)      Stroberi berkhasiat meningkatkan kekuatan otak dan menjaga penglihatan tetap jernih. Manfaat itu bisa didapat jika anda secara rutin mengonsumsi stroberi, paling tidak satu sampai tiga cangkir.
5)       Stroberi bisa dijadikan sebagai obat jerawat alami. Hampir semua obat jerawat yang dijual di pasaran mengandung asam salisilat yang banyak dikandung stroberi. Karena itu, penggunaan masker stroberi sangat bermanfaat. Caranya : Haluskan stroberi, campur dengan sedikit yogurth, oleskan di wajah, diamkan selama kurang lebih 15 menit.
6)      Stroberi juga berguna untuk memutihkan gigi. Dari pada  menggunakan bahan kimia sebagai pemutih, lebih baik anda mengunyah stroberi setiap hari. Selain gigi menjadi putih, bau mulut pun akan hilang.
7)      Kandungan stroberi juga bermanfaat untuk haluskan kulit tubuh, karena mampu mengangkat sel-sel kulit mati. Cobalah berendam dalam potongan buah stroberi, campur susu dan minyak zaitun. Gosok ke seluruh badan anda, lihat hasilnya. Jika rutin dilakukan, kulit akan menjadi lebih halus, tidakkusam, dan tumit kaki tidak akan pecah-pecah.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimakah teknik budidaya tanaman stroberi dilahan terbuka dan budidaya didalam pot ?
2.      Seperti apakah prospek pengenbangan dai tanaman stroberi ?

C.    TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
1.      Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengampuh.
2.      Manfaat dari penulisan ini yaitu menambah wawasan dan pengembangan pembudidayaan serta mengetahui seperti apakah peluang bisnis dari tanaman stroberi.
                                                                                                                                      I.            TINJAUAN PUSTAKA

A.    BOTANI TANAMAN STROBERI
Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut:
Divisi               : Spermatophyta
Sub divisi        : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledonae
Keluarga          : Rosaceae
Genus             : Fragaria
Spesies            : Fragaria spp.
Stroberi yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika Utara dengan F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid yang merupakan stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne.

B.     SYARAT TUMBUH
Dapat dikatakan bahwa budidaya strowbery di indonesia belum  banyak diketahui. Selama ini budidayanya masih terbatas didaerah sentral produksi seperti : Sukabumi, Cianjur, Cipanas, dan Lembang  ( Jawa barat ); Batu ( Malang ) ; serta Bedugul (Bali ) dan Buluballea Malino Gowa.
Lingkungan Tumbuh
1.      Suhu
Strowbery menyukai suhu udara relatif dingin dengan sinar matahari tidak terlalu kuat. Tanaman dari daerah beriklim subtropis ini akan tumbuh baik di daerah beriklim  subtropis  ini akan tumbuh baik di daerah yang memiliki suhu sekitar 22-280C
2.      Kelembapan
Kelembapan udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman strowbery antara 80-900C
3.      Ketinggian Tempat
Strowbery  adalaha tanaman subtropis  yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis. Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut  adalah 1.000-1.500 meter dpl.
4.      Curah Hujan
Tanaman  strowbery  dapat  tumbuh baik di daerah daerah beberapa curah hujan 600- 700mm/tahun. Kondisi ini sangat ideal karena strowbery peka terhdap kelambapan tinggi. Strowbery  memangmembutuhkan  cukup banyak air dimasa pertumbuhannya. Namun lahan yang selalu sabah juga tidak baik  karena bisa mengundang kehadiran jamur. Lahan pemyinaran matahari yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya adalah 8-10 jam/ hari.
5.      penyinaran matahari
lama penyinaran matahari yang dibuthkan untuk pertumbuhan stroberi adalah 8-10 jam /hari
6.      Media Tanam
Tempat yang cocok untuk bertanam strowberi adalah lahan berpasir yang mengandung tanah liat dilereng pegunungan. Bila tanam di kebun, tanah yang dibutuhkannya adalah tanah liat berpasir, subur, gembur dan mengandun g banyak lahan organik. Pengairan dan sirkulasi udara yang baik juga dibutuhkan agar pertumbuhan tanaman optimal. Tanaman strowbery memerlukan media tanam dengan PH netral atau sedikit asam. Derajat keasaman tanah ( pH tanah ) yang ideal untuk budi daya strowbery adalah 5,5- 6,5.

                                                                                                                                     II.            TEKNIK BUDIDAYA

A.    Budidaya Di Lahan Terbuka
Penyiapan Lahan
Tata cara penyiapan lahan kebun stroberi adalah sebagai berikut :
a.       Sistem bedengan atau guludan tanpa mulsa  plastik.
b.      Sistem bedengan bermulsa plastik.

Penyiapan Bibit
Kebutuhan bibit per satuan luas lahan ditentukan oleh varietas tanaman stroberi dan jaraktanam yang digunakan. Jumlah bibit yang ditanam diperkirakan berkisar antara 40.000 - 83.333 bibit/Ha. Bibit yang digunakan dapat berasal dari hasil perbanyakan tanaman secara generatif (biji) dan vegetatif berupa anakan atau stolon.

Penanaman :
Tata cara penanaman bibit adalah :
a.       Siram medium tanah dalam polybag yang berisi bibit tanaman menggunakan air bersih hingga tanah cukup basah.
b.      Keluarkan bibit dari polybag dengan cara menyobek atau menggunting polybag sehingga terkuak, bibit secara utuh bersama akar dan medium tanamnya.
c.       Buat lubang tanam di permukaan bedengan.
d.      Tanam bibit tersebut satu persatu pada lubang tanam sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal batang secara perlahan-lahan.
e.       Siram tanah sekitar pangkal batang bibit menggunakan air bersih sehingga tanah cukup basah terutama bila tidak ada hujan.


Pemeliharaan Stroberi
1)      Penyulaman
Penyulaman di lakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Tanaman ynag di sulam adalah yang mati atau tumbuh abnormal. Umumnya tanaman yang di sulam sekitar 10-20% dari total tanaman. Oleh karena itu, bibit yang perlu di persiapkan harus lebih dari total tanaman yang akan ditanam untuk luasan lahan tertentu.
2)      Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi yang di tumbuhi gulma. Selain bersaing dalam pengambilan hara, tumbuhan pengganggu bisa menjadi tempat bersembunyi hama. Lingkungan yang banyak ditumbuhi gulma  mudah menyebarkan hama dan penyakit ke tanamaan stroberi. Dengan demikian, permukaan media tanam sebaiknya dijaga agar tetap bersih.
3)      Pemangkasan
Pemangkasan harus dilakukan secara  teratur, terutama membuang daun-daun tua. Hal ini harus dilakukan secara rutin.
4)      Pembesaran Buah
Salah satu masalah yang sering muncul dalam bertanam stroberi di polibag adalah ukuran buah yang kecil. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan penjarangan buah. Umumya, setiap tangkai tanaman stroberi akan menghasilkan bunga sebanyak 20 buah.
Pada umur sekitar 2 bulan setelah tanam, stroberi biasanya sudah mulai belajar berbuah untuk pertama kalinya,pada saat tanaman belum besar dan belum kuat benar. Oleh karena itu, buah pertama sebaiknya dibuang. Tujuanya agar tanaman memiliki batang yang kuat, sehingga tidak tumbuh kerdil. Bila tanaman sehat dan besar maka buahnya akan besar pula.


B.     Budidaya Dalam Pot
Penyiapan wadah atau tempat tanam
Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa.

Penyiapan medium tanam
Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah :
a.       Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.
b.      Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.
c.       Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.
d.      Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Pengisian medium tanam ke dalam  pot
Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah :
1.      Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya.
2.      Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.
3.      Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.
4.      Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan  mediumnya cukup basah.

Penyiapan bibit dan penanaman
Tata cara penanaman bibit adalah :
Ø  Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.
Ø  Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.
Ø  Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.
Ø  Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan.
Ø  Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).
Ø  Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 - 15 hari agar tanaman segar kembali.

Hama dan penyakit
1.      hama
v  Kutu daun (chaetoshipon  fragaefoluu)
Kutu berwarna kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), dan hidup bergerombol di taupermukaan bawah daun.
Gejala : Pucuk / daun keriput, dan pembentukan bunga/ buah terhambat .
Pengendalian : Tanaman yang terserang kutu daun disemprot dengan insektisida fastac 15 EC dan Confidor 200 LC sesuuai dosis anjuran.
v  Tungau (tetranychus sp dan tarsinemus sp)
Ciri-cirinya : Hama ini mengisap cairan daun, uumnya tungai berkelompok di balik daun. Tunggu berukuran sangat kecil. Betina berbentuk oval, sedangkan jantan berbentuk agar segi tiga, telur berwarna kemerah-merahan.
Gejala : Daun berbercak kuning sampai cokelat, keriting, mongering, dan gugur.
Pengendalian : Tanaman di kendalikan dengan insektisida omite 570 EC. Mitac 200 EC, atau Agrimec  18 EC sesuai dosis anjuran.
v  Kumbang penggerak bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerak akar (Otiorhynchus ru gosostruiatus), dan kumbang penggerak batang (O. Sulcatus)
Ciri-cirinya : Anthonomus rubi menyerang bunga. Ukurannya sangat kecil yaitu panjangnya hanya 0.25 mm. Tubuhnya berwarna cokelat kemerah-merahan.

2.      Penyakit
a.       Penyakit empular merah (red corel red stele)
Gejala : Jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak segar, serta kadang-kadang layu, terutama pada siang hari. Tanaman menjadi layu dan mati karena kekurangan air dan makanan akibat jaringan xylem dan floem rusak. Daun tanaman yang layu masih menunujukkan warna hijau.
Pencegahannya : Pemakaian varietas tanaman yang lebih tahan penyakit, selain itu,dianjurkan melakukan fumigasi tanah sebelum penanaman.
b.      Penyakit busuk akar phytium
Penyebab cendawan phytium spp :
Gejala : Cendewan menyerang akar sehingga akar yang masih muda menjadi busuk dan berwarna hitam. Tanaman menjadi kerdil dan tidak responsive terhadap pemupukan nitrogen.
Pengendalian : Untuk  lahan terbuka pengendalian melalui fumigasi tanah.

Panen
Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga  dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun.  Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah :
1.      buah sudah agak kenyal dan agak empuk;
2.      kulit buah didominasi warna merah  50 -75 % warna merah;
3.      buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.


                                                                                                         III.            PROSPEK PENGEMBANGANNYA

A.    NILAI EKONOMI
Paduan rasa manis dan asam, rupanya sudah jadi ciri buah mungil ini. Tentunya Anda juga sepakat untuk mengkategorikan salah satu holtikultura ini sebagai tanaman yang memiliki potensi budidaya tinggi.  Namanya stroberi. Siapa tak pernah mencicipi buah yang tumbuhnya di dataran tinggi ini, terlebih bagi Anda yang gemar berlibur ke daerah puncak. Selama ini, stroberi masih termasuk jenis buah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ada yang mematok dengan harga Rp 25-Rp 50 ribu per kilogramnya. Variasi harga itu disesuaikan dengan masing-masing jenis stroberi.
Sepertinya, harga elitnya tak berpengaruh pada prospek agribisnis stroberi. Di Indonesia sendiri, prospeknya cukup cerah. Itu dilihat dari daya serap pasar dan permintaan dunia dari tahun ke tahun yang meningkat. Pasalnya, potensi budidaya stroberi ini juga didukung kondisi lingkungan yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman.
Seperti di Jawa Barat (Jabar) yang sudah cukup lama jadi produsen stroberi jenis lokal. Artinya, kawasan seperti ini jadi sentra stroberi seperti halnya di daerah dataran tinggi lainyya yang ada di Indonesia, contohnya di daerah Sulawesi selatan yaitu didatara tinggi yang ada di malino. Tak sedikit yang memanfaatkan lokasi seperti ini sebagai lahan budidaya stroberi.

B.     PELUANG BISNIS
Tanaman strawberry yang ditemukan sekitar tahun 1800 lalu, di Argentina, merupakan tanaman hutan. Sejak itu, berbagai jenis dan varietas tanaman ini, dikembangbiakkan ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Strawberry yang dikenal sekitar tahun 70 an itu, Melihat peluang bisnis strawberry yang lumayan besar, di karenakan harga buah yang tanpa diolah saja dapat mencapai Rp 60.000,00/kg dan sudah terkenalnya buah ini dengan rasa serta manfaatnya bagi kesehatan menjadikan buah ini memiliki banyak peminat. Untuk memberikan nilai tambah dari buah stroberi dan menambah pangsa pasarnya stroberi dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Sehingga para peminat buah stroberi tidak bosan dengan buah stroberi.
Pengolahan buah sroberi dapat dilakukan secara sederhana pada skala industri rumah tangga penduduk,akan tetapi dapat juga diproduksi  dalam skala industri.Aneka produk olahan buah stoberi antara lain jam,jelly,dodol,juice,manisan,sari buah,es krim,salad buah,stroberi dalam kuah,dan aneka produk olahan lainnya.  Tujuan utama dari pengolahan buah stroberi adalah untuk meningkatkan keawetan bahan sehingga layak dikonsumsi.selain itu,pengolahan buah stroberi dapat  meningkatkan nilai tambah serta berperan dalam penganekaragaman (diversifikasi) bahan pangan.
Berikut ini dibahas beberapa teknik pengolahan buah stroberi.
1.            Jam stroberi
Langkah kerja pembuatan jam dari buah stroberi melalui tahap-tahap sebagai berikut.
a.       Persiapan alat dan bahan
1)      Siapkan alat-alat terdiri atas kompor,pisau stainless,penggilingan,panci,jam pot,kertas selopan,serta sarana penunjang lainnya.
2)      Siapkan bahan terdiri atas buah stroberi yang sudah masak,gula pasir dan citroen zuur.
b.      Cara membuat
1)      Cuci buah stroberi hingga bersih,kemudian tiriskan.
2)      Giling atau hancurkan buah stroberi hingga halus,lalu saring air (sari) buah sambil ditampung dalam wadah.
3)      Timbang sari buah stroberi.tiap kilogram sari buah dibutuhkan gula pasir ¾ kg dan citroen zuur 3 – 5 gram.
4)      Panaskan sari buah stroberi tersebut sampai mendidih,selanjutnya masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil ditambahkan citroen zuur.
5)      Masukkan sari buah yang telah di campur gula pasir dan citroen zuur tadi ke botol atau ke jam pot sampai ke bagian lehernya,lalu tutup rapat dan lapisi dengan kertas selopan.
6)      Pasteurisasi botol berisi jam stroberi tadi dengan cara dikukus selama 30 menit.
7)      Angkat dan dinginkan botol jam di atas meja dialasi piring,kemudian lap pada bagian luarnya hingga bersih.
8)      Pasang label atau etiket pada botol jam.
9)      Simpan jam stroberi di tempat yang dingin atau dihidangkan.
2.               Jelly stroberi
Jelly dibuat dengan cara memasak sari buah stroberi yang jernih dengan gula,sehingga diperolehlah bentuk gel yang jernih.cara pembuatan jelly stroberi adalah sebagai berikut.
a.       Persiapkan alat dan bahan
1)      Siapkan alat-alat terdiri atas kompor,pisau stainless,panic,saringan kawat,sarta sarana penunjang lainnya.
2)      Siapkan baha-bahan meliputi buah stroberi,gula pasir dan citroen zuur.
b.      Cara membuat
1)      Pilihlah buah stroberi yang masih segar
2)      Cuci buah stroberi hingga bersih,kemudian tiriskan.
3)      Timbang buah stroberi serta bahan pencampur lainnya.tiap satu kilogram buah stroberi dibutuhkan air sebanyak  ½ - 1 liter dan citroen zuur 3 – 5 gram.

3.      punch honey strawberry
Gabungan cita rasa manis dan asam tentu siap menjadi minuman yang menyegarkan.
Bahan:                       
·         Air soda 200 cc
·         Susu stroberi 100 cc
·         Buah stroberi 3 buah, potong-potong
·         Madu 3 sdm
·         Es batu secukupnya 
Cara membuat:
Masukkan semua bahan ke dalam shaker/blender. Kocok/haluskan sampai rata Tuangkan ke dalam gelas saji dan tambahkan es batu Sajikan dengan irisan stroberi dan lemon sebagai hiasan.

C.    PELUANG EKSPOR
Jika dilihat dari tampilan buahnya, stroberi lokal dan impor terdapat perbedaan. Artinya, untuk jenis lokal memiliki bentuk lebih kecil dibandingkan dengan jenis impor. Begitu juga dengan rasa yang dimiliki. Untuk jenis lokal, rasanya merupakan perpaduan asam dan manis. Sedangkan untuk jenis impor, lebih banyak didominasi rasa manis. Namun untuk urusan rasa, bergantung dari selera masing-masing.
Selain itu, perbedaan stroberi jenis lokal dan impor juga ada pada proses kematangan buah. Terlebih jika buah akan dikirim ke suatu daerah yang membutuhkan teknik kematangan khusus. Jenis lokal misalnya, buah yang akan dikirim harus ada dalam keadaan matang. Itu berbeda dengan jenis impor yang dapat dilakukan proses pengiriman dalam keadaan setengah matang, sehingga ketika buah sampai di tempat tujuan, ia sudah matang. Dengan rasa yang asam manis menjadikan buah stroberi mendapatkan tempat khusus dipasar ekspor, tapi melihat didalam negri kita perkebunan stroberi yang masih sedikit dibanding dengan tanaman horti kultura yang lainnya, dimana perkebunan stroberi hanya bias dibudidayakan didataran tinggi yang jadi penyebap sedikitnya perkebunan stroberi, sehingga pemenuhan dalam negri saja mengalami kekurangan.

D.    ANALISIS USAHA TANI
Perkiraan analisis usaha tani tanaman stroberi, seluas 1,0 Ha menggunakan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) pada jarak tanam 50 cm x 40 cm selama dua tahun dapat disimak dari hal-hal sebagai berikut :

BIAYA PRODUKSI
1.      Biaya Tidak Tetap (Variabel)
a.      Biaya Sarana Produksi
1)      Bibit 50.000 anakan @ Rp. 1000,00          Rp 50.000.000,00
2)      Pupuk:
Pupuk kandang 30 ton @ Rp 25000,00     Rp      750.000,00
Urea 200 kg x 2 x Rp 550,00                     Rp      220.000,00
TSP 250 kg x 2 x Rp 660,00                      Rp      330.000,00
KCL 100 kg x 2 x Rp 1.000,00                  Rp      200.000,00
3)      Mulsa plastik 20 rol                                    Rp   6.000.000,00
4)      Kapur pertanian 4 ton                                 Rp      800.000,00
5)      Pestisida 20 kg                                           Rp      800.000,00
6)      Pupuk daun 20 liter                                                Rp      150.000,00
Subtotal                                                      Rp 59.250.000,00      

b.      Biaya Tenaga Kerja Upah Harian
1)      Pengolaha tanah dan pembuatan
bedengan 150 HKP @ Rp 600,00         Rp     900.000,00
2)      Pemasangan pupuk, kapur pertanian
dan mulsa plastic 50 HKP                     Rp     300.000,00
3)      Penanaman 10 HKP + 30 HKW
(@ Rp 3.000,00)                                    Rp     150.000,00
4)      Pemeliharaan tanaman selama 2 tahun
80 HKP + 100 HKW                             Rp     780.000,00
5)      Panen dan pasca panen
100 HKP + 200 HKW                           Rp  1.200.000,00
Subtotal                                                  Rp  3.330.000,00

2.      Biaya Tetap
a.       Nilai sewa tanah selama 2 tahun             Rp   2.000.000,00
b.      Gaji pekebun 2 orang selama 2 tahun      Rp   4.800.000,00
c.       Pajak dan iuran                                        Rp      250.000,00
d.      Alat-alat pertanian                                   Rp      500.000,00
subtotal                                                    Rp 70.550.000,00
3.      biaya lain-lain (Gubuk) 1 unit                       Rp       500.000,00
Total                                                                Rp 70.630.000,00
       
PRODUKSI DAN PENDAPATAN (KEUNTUNGAN)
Produksi buah stroberi rata – rata 0,45 kg per tanaman  dalam satu tahun. Dari populasi 50.000 pertanaman per hektar dapat  produktif berubah 80 % atau sekitar 40.000 tanaman. Harga  jual terendah Rp 4.500,00/kg.
Perkiraan produksi dan pendapatan (keuntungan) usaha tani stroberi seluas 1 hektar selama 2 tahun sebagai berikut.
1.      Produksi 40.00 x 0,45 x 2 = 36.000 kg.
Hasil penjualan  36.000 kg x Rp 4.500,00  Rp 162.000.000, 00
2.      Biaya produksi                                            Rp   70.000.000,00
3.      Keuntungan kotor                                       Rp   91.000.000,00
     Seandainya 50% dari modal usaha diperoleh dari kredit bank dengan bunga 1,5% /bulan, maka nilai bunga selama 24 bulan adalah:
(1,5% x 24)x(50% x Rp 91.370.00,00) = Rp 16.446.600,00
4.      Keuntungan bersih  = Rp 91.370.000,00-Rp 16.446.600,00
                                   = Rp 74.923.400,00

TITIK BALIK MODAL
            Titik balik modal atau Break Event Point (BEP) merupakan suatu kondisi pada waktu hasil usaha yang diperoleh sama dengan modal yang dikeluarkan atau disebut titik impas. BEP dapat di analisis dari 2 segi, yaitu BEP untuk harga produksi /kg dan BEP unutk volume produksi.
1.      BEP untuk harga produksi/kg

                                    = Rp 1.961,94 /kg

2.      BEP untuk volume produksi



            Dari analisis BEP dapat disimpulkan bahwa pada waktu harga buah stroberi mencapai Rp 1.961,94/kg, maka usaha tani ini tidak mengalami kerugian serta tidak mengalami kerugian serta tidak mengalami keuntungan.

KESANGKILAN PENGUNAAN MODAL
            Keangkilan penggunaan modal disebut juga Return of investment (ROI). Analisis ROI bertujuan untuk mengetahui keuntungan usaha dihubungkan dengan modal yang dikeluarkan.

       = 106,08%
            Dari hasil analisis ROI menunjukan bahwa dengan hanya mengeluarkan modal Rp 1,oo maka dapat diperoleh keuntungan bersih sebanyak Rp 1,06.

RASIO BIAYA DAN PENDAPATAN
            Rasio biaya dan pendapatan atau Revenue Cost Ratio (R/C) adalah perbandingan antara penerimaan kotor dengan biaya total yang telah dikeluarkan.
        = 1,29
            Dari analisis R/C rasio dapat disimpulkan bahwa setiap pengeluaran biaya Rp 1,00 maka akan diperoleh hasil penjualan sebesar RP 1,29.

1.      Sisi Penawaran (Supply)
               Kebun-kebun stroberi yang ada merupakan produsen sekaligus penjual  stroberi. Maksudnya, mereka menanam sendiri stroberi yang mereka jual. Stroberi tidaklah dibeli dari pihak lain. Stroberi yang mereka hasilkan dijual secara langsung kepada konsumen maupun diproses terlebih dulu menjadi bentuk-bentuk lain, seperti: jus, sirup, yoghurt, dan lainnya. Harga stroberi yang dijual :  Rp60.000,00/kg. Dengan harga tersebut, Rumah Stroberi dapat menghasilkan sekitar 400kg-600kg per blok kebun tiap bulannya (12 blok kebun x 500kg = 6000kg per bulan), sedangkan Happy Farm dapat menghasilkan sekitar 400kg per bulannya. Dengan demikian, kebun stroberi  rata-rata dapat memproduksi sekitar 3200kg stroberi setiap bulan atau setara dengan Rp192.000.000,00.
               Jika harga stroberi naik, kedua pihak produsen tidak dapat menambah jumlah stroberi yang diproduksi secara signifikan dalam jangka waktu yang singkat. Namun, dalam jangka waktu yang lebih lama (long-term), misalnya sekitar 6 bulan, kebun stroberi dapat mengingkatkan jumlah produksinya dengan menambah jumlah pohon stroberi. Jika harga stroberi turun, kedua pihak produsen yang kami survei mengaku tidak dapat mengurangi jumlah produksi stroberinya. Akibatnya, meskipun permintaan dari konsumen meningkat, tetapi kebun stroberi tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena adanya keterbatasan faktor produksi.

Faktor yang paling mempengaruhi penetapan harga jual yaitu:
§  Maintaining cost: biaya yang dikeluarkan untuk merawat kebun stroberi dan menjaga kelangsungannya. Biaya ini mencakup biaya media tanam (polybag dan arang sekam), air, pupuk, dan pestisida.
§  Tenaga kerja : biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah tenaga kerja yang merawat dan mengurus kebun stroberi. Upah minimum regional di kabupaten Bandung Barat yaitu Rp1.236.991,00. Dengan demikian, Happy Farm yang mempekerjakan 3 orang  memiliki biaya tenaga kerja sebesar Rp3.710.973,00. Sedangkan, Rumah Stroberi yang mempekerjakan 12 orang tenaga kerja memiliki biaya sebesar Rp14.843.892,00.

2.      Sisi Permintaan (Demand)
          Jika harga stroberi turun sebanyak 1% maka konsumen akan membeli buah stroberi 0,9166% lebih banyak. Sebaliknya jika harga stroberi naik sebesar 1% maka konsumen akan membeli buah stroberi 1,67% lebih sedikit. Di sisi lain, jika pendapatan konsumen meningkat sebesar 1% maka konsumen akan membeli buah stroberi 0,4167% lebih banyak.
          Berdasarkan paparan  diatas, ternyata terdapat perbedaan elastisitas harga jika terjadi kenaikan atau penurunan harga. Konsumen akan lebih elastis jika terjadi kenaikan harga dibandingkan dengan terjadi penurunan harga. Sedangkan elastisitas pendapatan cenderung inelastic karena peningkatan pendapatan tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Dengan demikian dapat kami simpulkan bahwa permintaan terhadap buah stroberi di kebun stroberi cenderung inelastis.
          Dalam pasar kebun stroberi,tidak ditemukan barang pengganti karena pasar kebun stroberi ini bersifat homogen. Namun, tedapat barang-barang komplementer dalam penjualannya. Misalnya, susu kental manis rasa cokelat yang dijual bersamaan dengan stroberi hasil petikkan. Dengan harga Rp20.000,00 konsumen mendapatkan stroberi yang dapat dicelupkan kedalam susu kental manis tersebut. Selain itu, dibangunnya arena bermain untuk anak juga merupakan komplementer terhadap kebun stroberi, sehingga kebun stroberi dapat lebih menarik bagi pengunjung terutama bagi keluarga.
          Harga stroberi yang dijual di kebun stroberi tidak mengalami fluktuasi dalam jangka pendek. Hal ini dikarenakan harga jual stroberi ditentukan oleh produsen, bukan oleh mekanisme pasar. Namun, dalam jangka panjang tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan harga jual stroberi. Perubahan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga barang-barang penunjang, misalnya harga pupuk, polybag, upah tenaga kerja, dan lain-lain. Perubahan harga juga dapat dipengaruhi oleh terjadinya inflasi. Dari berbagai harga yang terbentuk, dapat kami simpulkan bahwa konsumen cenderung inelastis terhadap buah stroberi yang dijual di kebun stroberi.


                                                                                                                         IV.            KESIPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
Dengan peluang bisnis yang sangat menjanjikan, pangsa pasar yang masih terbuka sangat lebar, harga buah stroberi yang konstan yang menjanjikan keuntungan sangat besar, juga tidak membutuhkan tenaga kerja dan pembudidayaan yang sangat mudah, mejadikan tanaman stroberi sangat baik untuk dibudidayakan.

B.     SARAN
Pada pembudidayaan stroberi sebaiknya diperhatikan syarat tumbuh dari stroberi sehingga

                                                                                                                                       V.            DAFTAR PASTAKA


Ir. Rahmat rukmana. “Budidaya stroberidan pasca panen”. Yogyakarta. Kanisisus, 1998.
      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar