Rabu, 11 Juli 2012

budidaya tanaman vanili


I.       PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
           Vanili merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, jika dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Penggunaan vanili telah meluas keberbagai aspek pasar, sehingga didalamnya melibatkan berbagai jenis aspek-aspek pemasaran. Akan tetapi seringkali perkembangan pasar vanili tidak memiliki kestabilan, sehingga seringkali terjadi fluktuasi pemasaran vanili.
           Secara harfiah, baik buruknya kualitas pasar dari komoditas vanili, tidak hanya ditentukan oleh kualitas dari tanaman vanili itu sendiri. Ada banyak hal yang menentukan kualitas pasar vanili, diantaranya adalah petani, pengumpul, eksportir. Serta tata niaga yang digunakan dalam system pasar.
Perkembangan pengolahan vanili tidak hanya melibatkankan lingkungan domestik, akan tetapi juga melibatkan lingkungan global, sebagai tujuan utama dalam rantai pasar perdagangan vanili. Semakin lama, atau semakin panjang rantai tata niaga yang dilalui, maka semakin besar pengaruh yang diberikan terhadap kualitas jual beli dari vanili, khusunya berpengaruh pada harga jual vanili itu sendiri.
           Disamping itu, dalam rangka memenuhi komitmen nasional, pemerintah melalui UU No. 25 Tahun 2000 tentang PROPENAS tahun 2000 – 2004 telah ditetapkan program peningkatan ketahanan pangan yang bertujuan :
1)      Meningkatkan keanekaragaman produksi,  ketersediaan dan konsumsi pangan bersumber pangan ternak, ikan, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan produk-produk olahannya,
2)      Mengembangkan kelembagaan pangan yangmenjamin peningkatan produksi serta konsumsi pangan yang lebih beragam,
3)      Mengembangkan bisnis pangan dan
4)      Menjamin ketersediaan gizi dan pangan bagi masyarakat. Namun dalam banyak kenyataan masih sering dijumpai kelemahan dalam mengembangkan produk-produk pertanian yang salah satunya disebabkan oleh kurang perhatiannya terhadap masalah-masalah pemasaran.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah teknik budidaya tanaman vanili ?
2.      Apakah kegunaan vanili ?
3.      Bagaimanakah nilai ekonomi, jalur pemasaran, dan aspek pemasaran vanili ?























II.             TEKNIK BUDIDAYA

A.    BUDIDAYA TANAMAN VANILI
1.      PEMBIBITAN
a.      Seleksi Bibit
·      Jenis vanili bernilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis JW. Moore,
·      Vanilla pompanoSyarat bibit generatif : tulen, punya sifat yang hampir sama dengan induknya; murni, biji tidak tercampur dengan yang berkualitas jelek; biji dalam kondisi segar dan sehat; bibit vegetatif : tanaman induk sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, tanaman induk belum atau jangan sampai berbuah.

b.      Penyiapan Bibit
·         Bibit generatif berasal dari biji yang unggul.
·         Bibit Vegetatif dengan stek,
·         Kultur Jaringan.

c.       Teknik Penyemaian Benih
Bibit disemai dalam tanah berpasir supaya akar mudah tumbuh. Tempat penyemaian harus teduh.
d.      Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
            Penyiraman setiap hari, tidak boleh terlalu basah. Bibit yang jelek disingkirkan.
e.       Pemindahan Bibit
Pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibit stek sekitar umur 1-2 bulan, bibit biji waktunya lama.

2.      PENGOLAHAN MEDIA TANAM
a.       Pengolahan lahan dikerjakan pada pertengahan musim kemarau supaya pohon pelindung dapat ditanam, cek kondisi tanah.
b.      Bersihkan lahan dari gulma dan dibajak.
c.       Buat jalur bedengan, lebar 80-120 cm dan lebar parit 30-50 cm.
d.      Lakukan pengapuran bila kondisi tanah terlalu asam.

3.      PENANAMAN
a.       Penanaman di tengah bedengan, pola tanam monokultur.
b.      Buat lubang tanam dekat tanaman penegak berukuran panjang, lebar dan dalam antara 20x15x10 cm, 25x20x12 cm dan 30x25x15 cm.
c.       Tanam stek dengan cara memasukkan 3 ruas seluruhnya ke dalam lubang secara mendatar agar akar tumbuh cepat dan sempurna
d.      Tutup dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang.
e.       Stek bibit bagian atas yang tidak terbenam dalam tanah diikat pada pohon panjatan dengan ikatan longgar.
f.       Waktu tanam stek bibit yang baik pada awal musim hujan. Sedangkan stek yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4–7 hari.

4.      PEMELIHARAAN TANAMAN
a.      Penyulaman
Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 minggu setelah tanam, apabila ada stek yang tumbuh kurang baik, segera disulam.

b.      Penyiangan dan Pembubunan
Penyiangan dilakukan sebulan sekali sesudah penanaman sampai pertumbuhan vanili tidak kerdil dan terlambat. Pembubunan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur agar air mudah terserap.




c.       Perempelan
·         Perempelan bentuk, memotong 15 cm dari tanaman yang dilengkungkan dan sisakan 3 cabang terbaik untuk dipelihara agar terbentuk kerangka tanaman kuat dan seimbang.
·         Perempelan produksi, memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbunga dan saat berbuah untuk merangsang pertumbuhan generatif terutama pertumbuhan bunga dan buah.
·         Perempelan peremajaan, memotong cabang-cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang-cabang yang sakit.

d.      Pemupukan
·         Tebar pupuk makro di sekitar pohon dan timbun dengan tanah karena sistem perakaran vanili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun adalah Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCl 14 kg, CaCO3 5 – 10 kg, MgSO4 H2O 2,5
·         5 kg/ha/tahun dan pupuk kandang 10-20 kg/pohon/tahun.
·         Pemupukan diberikan setahun sekali.

e.       Pengairan dan Penyiraman
       Tanaman vanili tidak tahan terhadap kekeringan sehingga pada musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah.

f.        Pemberian Mulsa & Pendangiran
       Pemberian mulsa dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pendangiran. Bahan mulsa dari hasil pemangkasan pohon pelindung, tetapi bisa juga serbuk gergaji yang diletakkan di atas permukaan tanah dekat pohon vanili.



g.      Perambatan
Sistem pagar sulur-sulur, tanaman vanili dibiarkan menjalar pada pagar yang telah dipasang secara horisontal. Pagar tempat menjalarnya vanili dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman vanili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.

h.      Pemangkasan Pohon Pelindung
Pohon pelindung dapat digunakan Glyricidia maculate, lamtoro dan dadap. Pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan agar tetap teduh, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari.

i.        Pembungaan dan Penyerbukan
Vanili berbunga setelah berumur 1,5-3 tahun, bunga yang muncul berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian. Mekarnya bunga hanya berlangsung 12 jam, yaitu mulai pukul 24:00 sampai menjelang tengah hari, sesudah itu bunga mulai layu dan mati. Oleh karena itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08:00 sampai 10:00. Penyerbukan buatan pada prinsipnya adalah mengangkat/memotong bibir yang membatasi kepala sari dan kepala putik, kemudian benang sari ditekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan.

5.      PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
a.      Hama
1.      Bekicot
Menyerang dan merusak batang, bunga dan buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari. Pengendalian: secara manual dengan mengambil dan mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dalam satu lubang.

2.      Belalang pedang
Merusak/memakan daun muda dan batang vanili. Pengendalian: menyemprotkan PESTONA atau Natural BVR
3.      Penggerek batang
Larva hama ini merusak/menggerek batang tanaman vanili yang menyebabkan tanaman vanili lambat laun layu dan mati. Pengendalian penyemprotan PESTONA
4.      Ulat bulu jambul dan ulat geni
Merusak bagian pucuk, daun, batang dan bunga. Pengendalian: penyemprotan PESTONA

b.      Penyakit
1.      Busuk akar
Gejala: akar hitam, tanaman menjadi kecoklat-coklatan dan akhirnya mati; biasanya terjadi pada saat produksi tertinggi pertama kali tercapai. Pengendalian: menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, pemberian kapur secukupnya, dan mengatur kelembaban.

2.      Busuk batang
Penyebab: jamur Fusarium batatatis. Gejala: pada batang terjadi bercak-bercak berwarna hitam yang akan meluas dan melingkar dengan cepat. Batang terserang akan keriput, berwarna coklat dan akhirnya kering. Pengendalian: mengurangi kelembaban dan drainase yang baik.

3.      Busuk buah
Ditemukan pada buah vanili muda. Gejala: muncul bila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah yang berguguran dan bila menyerang tengah buah akan hitam, kering selanjutnya mati.

4.      Busuk pangkal batang
Penyebab: Jamur Sclerotium sp. Gejala: pangkal batang tampak berwarna coklat dan kebasah-basahan, bagian tanaman yang diserang dan tanah sekitar terdapat misellium jamur berwarna putih seperti bulu dengan banyak sclerotium warna coklat. Pengendalian: gunakan bibit bebas busuk pangkal batang.

5.      Bercak coklat pada buah
Penyebab: oleh cendawan Phytophthora sp. dan menyerang buah vanili yang hampir masak. Gejala: bercak-bercak coklat tua dan akhirnya busuk. Pengendalian: segera petik buah terserang kemudian membakarnya.

6.      Bercak coklat pada batang
Penyebab: cendawan Nectria vanilla, zimm. Gejala: batang tampak bercak coklat yang lama-kelamaan menghitam dan melingkar ruas dan mati. Pengendalian: potong dan bakar batang yang terserang.

7.      Antraknosa
Penyebab: jamur Calospora vanillae, Mass. Gejala: batang, daun, buah berwarna coklat muda kekuningan tampak licin dan terlihat jelas bagian terserang dan tidak. Pengendalian: Potong dan bakar bagian terserang, atur kelembaban dan drainase.

8.      Karat merah
Penyebab: Ganggang Cephaleuros heningsii, Schm. Gejala: bercak pada daun dan terus meluas hingga daun kering selanjutnya mati. Pengendalian: Singkirkan bagian terserang dan atur kelembaban kebun dengan pemangkasan pohon pelindung.


9.      Penyakit pascapanen
Penyebab penyakit yang menyerang vanili setelah dipanen : jamur Aspergillus, Penicillium, Rhizopus, sp dan Sclerotium, sp. Pengendalian: penanganan pasca panen yang baik.
Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia yang dianjurkan.

6.      PANEN DAN PASCA PANEN
·         Pemetikan pada umur 240 hari (8 bulan) akan menghasilkan vanili kering dengan kadar vanillin yang tinggi, kadar abu terendah, rendemen tertinggi dan kadar air yang aman
·         Ciri-ciri vanili siap dipanen yaitu warna berubah dari hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun melebar sampai ujung buah
·         Musim panen antara bulan Mei sampai Juli, sekitar 2 – 3 bulan
·         Cara panen yang terbaik adalah memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dalam satu tandan yang masih mentah untuk menjaga mutu vanili.
·         Buah dikumpulkan dalam keranjang bambu dan dijaga agar buah tidak terluka atau cacat dan sortir berdasar ukuran, bentuk, tingkat kemasakan dan buah yang cacat >20 cm
·         Lakukan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dalam buah, mematikan sel-sel buah vanili tanpa mengurangi aktifitas dan kadar enzim dalam buah. Proses pelayuan dengan menggunakan alat perebus yang diisi air ¾ bagian dengan suhu antara 65-950 C
·         Lakukan pemeraman dalam kotak khusus yang lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alasnya, utuk pembentukan aroma selama + 48 jam
·         Lakukan pengeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dioven dan diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30%
·         Tempatkan buah vanili kering dalam kotak yang dalamnya telah dilapisi kertas koran/karung plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siap dikirim dan dijual

























III.             PROSPEK PENGEMBANGANNYA

A.    KEGUNAAN VANILI
                  Vanili (Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. Nilai tambah terbesar dalam agroindustri vanili adalah pengolahan dan pengeringan sampai menjadi buah vanili kering. Sebab peningkatan harganya bisa mencapai enam setengah kali lipat dari harga vanili segar. Dengan asumsi harga vanili segar (kadar air 80%) per kg. Rp 200.000,- dan harga vanili kering (kadar air 35%) Rp 3.000.000,- maka tiap kg. vanili segar akan menjadi sekitar 4,3 ons vanili kering. Biaya pemeraman dan pemrosesan vanili segar sampai menjadi vanili kering tiap kilogramnya pasti hanya sebatas puluhan ribu rupiah. Hingga nilai tambah yang akan diperoleh para petani dari agroindustri pengeringan vanili, akan sangat tinggi.
                  Dalam kehidupan sehari-hari, aroma vanilin digunakan untuk pewangi makanan dan minuman, farmasi, kosmetika dan parfum. Industri makanan dan minuman, umumnya menggunakan ekstrak vanilin. Industri farmasi menggunakannya dalam bentuk tincture sementara untuk parfum berupa tincture dan absolute. Sebenarnya teknologi modern sudah berhasil membuat vanilin sintetis dari bahan baku eugenol (minyak daun cengkih), dengan cara mengubah jumlah dan bentuk rantai karbonnya. Namun konsumen dan kalangan industri tetap lebih menyukai aroma vanilin asli dari polong buah vanili. Itulah sebabnya apabila pasokan kurang, maka harga buah vanili kering akan melambung sampai mencapai jutaan rupiah per kg. Dalam industri pangan vanili digunakan sebagai flavoring agent pada produk makanan dan minuman seperti pada es krim, minuman ringan, coklat, permen, puding, kue, dan minuman keras. Sedangkan dalam industri non pangan vanili banyak digunakan sebagai bahan untuk penambah wewangian (fragrance). Selain itu, vanili juga dapat dimanfaatkan sebagai zat antimikroba untuk mencegah jamur dan kapang pada puree buah, serta zat antioksidan pada makanan yang banyak mengandung komponen tak jenuh. Kombinasi vanillin dengan 500 ppm asam askorbat pada pH 3 mampu mencegah pertumbuhan mikroba alami dan kontaminan pure strawberry yang disimpan selama 60 hari pada suhu ruang. (Cerutti et al., 1997). Dengan begitu luasnya kegunaan vanili dan peningkatan ekspor vanili Indonesia, komoditi ini sebenarnya mempunyai prospek pengembangan yang sangat cerah.

B.     NILAI EKONOMI
                  Tanaman vanili (Vanilla planifolia Andrews atau Vanilla fragrans), bukanlah tanaman asli Indonesia. Secara historis, tanaman tahunan ini baru masuk ke Indonesia pada tahun 1819. Namun demikian, tanaman vanili tumbuh lebih subur dan lebih produktif di Indonesia yang beriklim tropis, dibandingkan dengan negara asalnya (Mexico) dan negara produsen vanili lainnya. kualitas vanili Indonesia yang dikenal dengan “Java Vanili” masih yang terbaik di Dunia. Hal ini didasarkan atas kadar vanilinnya yang cukup tinggi, yakni sekitar 2,75 persen. Kadar tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar vanili Madagaskar yang hanya 1,91-1,98 persen, Tahiti 1,55-2,02 persen, Mexico 1,89- 1,98 persen, dan Sri Lanka 1,48 persen. Di tinjau dari perspektif spasial dan bisnis, maka Indonesia unggul secara komparatif dibanding negara-negara produsen vanili lainnya di dunia.
                  Secara umum, vanili bernilai ekonomis tinggi dan fluktuasi harganya relative stabil jika dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya. Namun pada kenyataannya ironi, meskipun kualitas vanili Indonesia menduduki posisi paling tinggi di Dunia, tetapi secara kuantitas Indonesia baru bisa memasok sekitar 10 persen dari total kebutuhan pasar dunia. Meskipun posisinya menduduki urutan ketiga di dunia, namun angka pasokan tersebut masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Madagaskar yang mampu memasok sekitar 70 persen pasar dunia dan Comoro Island sekitar 12 persen.



C.    JALUR PEMASARAN
      Secara umum, jalur pemasaran vanili tidak berbeda dengan komoditi pertanian lainnya. Di pemasaran dalam negeri, produsen menjual produk ke pedagang pengumpul atau agen eksportir. Barulah kemudian produk tersebut sampai ke tangan eksportir. Seperti telah disebutkan sebelumnya, sebagian besar tujuan perdagangan vanili adalah untuk ekspor. Pada prakteknya, keadaan pasar sering dipengaruhi oleh orang yang pertama kali melakukan proses transaksi. Terdapat beberapa situasi pemasaran yang terjadi, yaitu:

1.      Pihak petani langsung menjual produk ke tengkulak/pedagang perantara, atau agen eksportir. Dalam hal ini, petani memiliki posisi tawar yang lemah, harga lebih banyak dipengaruhi oleh pembeli.
2.      Pihak pembeli yang mencari petani. Pada situasi ini, petani dapat memperoleh harga yang relatif lebih baik. Hal ini seringkali terjadi jika komoditi ini sedang mempunyai harga yang tinggi, terbukti dengan adanya pemesanan dengan uang muka terlebih dahulu oleh pembeli kepada petani sementara vanili belum dipanen.

                  Posisi Indonesia sebagai eksportir vanili dunia terus turun. Pada tahun 2008, Indonesia masih menjadi produsen vanili dunia nomor dua setelah Madagaskar. Pada tahun 2009, posisi Indonesia sudah terdepak dari lima besar produsen dunia. Indonesia sebenarnya sangat berpotensi menjadi produsen vanili dunia kelas atas. Tata niaga vanili juga perlu diiringi pola kemitraan untuk menjaga kualitas. Beberapa tahun lalu, vanili Indonesia yang bermutu rendah ditolak negara-negara maju. Untuk jalur pemasaran luar negeri ada beberapa pihak yang mungkin terlibat, yaitu agen eksportir, prosesor, tengkulak, dan pedagang. Jalur perdagangan vanili dapat digambarkan pada Gambar 1. Pemasaran tersebut juga dapat menjadi lebih pendek. Petani menjual vanili kepada pedagang pengumpul atau pedagang besar dan kedua jenis pedagang tersebut langsung menjualnya pada eksportir, seperti ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.
Gambar 1. Jalur Pemasaran Perkebunan Vanili
Daerah-daerah penghasil vanili antara lain :
1. Ambarawa                 : Jawa Tengah
2. Temanggung              : Jawa Tengah
3. Wonosobo                 : Jawa Tengah
Selain itu, banyak juga terdapat di daerah Jawa Timur, Lampung, NTB, DI Yogyakarta,dan Sulawesi Selatan.

D.    ASPEK PEMASARAN
1.       Harga
             Pada aspek pemasaran komoditi vanili ini akan dibahas tentang kondisi harga jual di tingkat petani dan pedagang pengumpulnya serta jalur pemasaran yang terjadi secara umum di Indonesia. Harga buah vanili yang diperdagangkan sangat bergantung pada kualitas atau tingkat mutu buah vanilinya. Umumnya di tingkat petani, vanili dijual dalam kondisi buah segar. Adapun jalur pemasaran buah vanili dimulai oleh masing-masing petani ke pedagang pengumpul atau langsung ke pedagang besar yang mempunyai kontak langsung dengan pembeli di luar negeri. Namun, pada umumnya jalur penjualan ke pedagang pengumpul relatif lebih banyak dilakukan oleh petani vanili.



a.      Harga vanili di pasar internasional
              Harga vanili di pasaran sangat ditentukan oleh tingkat kualitas buah vanili yang dijual. Umumnya perdagangan buah vanili di tingkat petani dilakukan dalam kondisi buah vanili segar (basah), sehingga tingkat harga yang terjadi merupakan harga yang paling rendah. Perbedaan harga antara harga vanili basah dan vanili kering di lokasi cukup tinggi dengan perbandingan yaitu sebesar 1 : 5. Tinggi atau rendahnya harga vanili ditingkat petani ini sangat dipengaruhi oleh tingkat harga yang ada di pasaran dunia, semakin tinggi harga di pasaran dunia, semakin tinggi pula harga vanili di tingkat petani, demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu, fluktuasi harga vanili di tingkat petani sangat ditentukan oleh fluktuasi harga vanili dunia. harga buah vanili segar mengalami fluktuasi yang sangat tinggi, pada periode tahun 2002-2003 mengalami tingkat harga yang sangat tinggi yaitu Rp 200.000 per kg vanili basah dan untuk tahun 2005 mengalami harga yang sangat rendah yaitu Rp 20.000 per kg vanili basah.  
              Terjadinya harga yang tinggi pada waktu itu (tahun 2002 - 2003) disebabkan oleh adanya kegagalan panen akibat taufan di Madagaskar dan tingginya permintaan vanili pada saat itu. Sedangkan rendahnya harga jual vanili saat ini (tahun 2005-sekarang) disebabkan oleh tingginya pasokan vanili dunia dari Madagaskar dan rendahnya nilai jual yang ditawarkan oleh pemasok dari negara itu.
              Tingkat harga impor vanili dengan tingkat mutu I selama periode 1999 - 2001 di negara pengimpor utama komoditi ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup tinggi. Informasi harga impor vanili mutu I di Amerika Serikat, Prancis dan Jerman dapat dilihat pada Tabel 1.






Tabel 1. Harga Impor Vanili Mutu I (US$/kg) Tahun 1999-2001
Negara pengimpor
Tahun
1999
2000
2001
Amerika serikat
21
34
87
Prancis
27
41
86
Jerman
27
36
102
Rata-rata
24
37
92
              Sumber: Jurnal Fruitrop, Januari 2003.

b.      Harga Vanili di Pasar Domestik
              Harga vanili Indonesia di pasar domestik maupun pasar internasional kini hancur, karena kualitasnya tidak terjaga dengan baik. Harga vanili saat ini berada pada titik terendah antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Padahal harga sebelumnya mampu menembus Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram. Harga vanili Indonesia jatuh karena dipengaruhi kualitas produk yang rendah akibat saat dipanen vanili belum matang.

E.     PERMINTAAN VANILI
                  Perkebunan vanili memiliki hasil utama berupa buah vanili sebagai bahan baku pembuatan vanila. Selama ini, Indonesia memenuhi permintaan pasar dunia vanili berupa buah vanili utuh kering (whole vanilla) dan buah vanili bentuk lain (other vanilla). Berdasarkan data ekspor selama ini, buah vanili kering Indonesia banyak dikirim ke Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Swiss. Umumnya petani menjual dalam bentuk buah vanili segar, sedangkan buah vanili kering diolah oleh pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul menentukan tingkat mutu dan benih buah vanili kering yang dikirim ke eksportir.
                  Berdasarkan data permintaan dunia akan vanili yang telah dikumpulkan oleh Agribusiness Development Centre (2000) jumlah kebutuhan dunia sebesar 2.500 sampai 3.000 ton vanili kering per tahun dengan perincian kebutuhan vanili untuk Amerika Serikat sebesar 1.500 - 2.000 ton per tahun, Canada sebesar 150 - 200 ton per tahun, Uni Eropa (Prancis, Jerman, dan lainnya) sebesar 700 - 800 ton per tahun, Jepang sebesar 50 - 80 ton per tahun, Swiss sebesar 35 - 55 ton per tahun, dan Australia 10 - 20 ton per tahun.
                  Berdasarkan volume ekspor vanili selama 10 tahun terakhir, Indonesia rata-rata mengekspor sebanyak 2.315 ton dengan nilai sebesar US$ 17.367 ribu. Perkembangan rata-rata volume ekspor selama 10 tahun terakhir sebesar 140 % untuk kenaikan volume, dan 15% untuk kenaikan nilai ekspor. Gambaran lengkap besarnya ekspor vanili Indonesia selama 10 tahun terakhir dapat dilihat pada dan Tabel 3
                  Adanya perbedaan yang sangat mencolok antara besarnya kebutuhan dunia dan kenyataan volume ekspor Indonesia pada 2 tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan dunia atau pasar dunia untuk komoditi vanili mengalami perluasan atau peningkatan. Dengan mencermati data tujuan ekspor vanili Indonesia yang mengalami peningkatan sangat drastis pada dua tahun terakhir, ternyata ada pasar baru selain pasar tradisional (Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Swiss) yang sangat besar nilai ekspornya yaitu ke Cina. Besarnya ekspor selama dua tahun terakhir itu, ialah sebesar 3.000 ton pada tahun 2002 dan 6.000 ton pada tahun 2003.
                  Permintaan dalam negeri akan vanili khususnya dalam bentuk vanillin masih dipenuhi dari pasar impor karena Indonesia belum memiliki industri vanillin. Selain sebagai pengekspor vanili, Indonesia untuk keperluan tertentu masih juga melakukan impor buah vanili kering. Selama lima tahun terakhir jumlah rata-rata buah vanili yang diimpor sebanyak 767 ton dengan nilai US$1.810.000 dengan perkembangan volume impor rata-rata pertahun sebesar 251%. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel berikut.


Tabel. Volume, Nilai, dan Perkembangan Ekspor Vanili Indonesia Tahun 1994 - 2003
Tahun
Volume(ton)
Nilai(US$)
Perkembngan(%)
Volume nilai
1994
629
22,494
-
-
1995
632
17.452
0,48
(22,41)
1996
539
12.726
(14,72)
(27,8)
1997
507
9.145
(5,94)
(28,14)
1998
729
8.764
43,79
(4,17)
1999
339
5.497
(53,50)
(37,28)
2000
350
8.503
3,24
54,68
2001
468
19.309
33,71
127,08
2002
6.598
47.122
1.309,83
144,04
2003
12.363
22.660
87,37
(51,91)
Rata-rata
2.315
17.367
140
15
Sumber : Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan (2003) dan  Statistik Ekspor Indonesia (2004)














IV.             KESIMPULAN

A.    KESIMPULAN
1.      Dengan memendekkan saluran pemasaran dapat meningkatkan harga vanili untuk petani.
2.      Harga jual vanili untuk pasar domestic dan interasional, bergantung pada kualitas vanilli yang dihasilkan. Dan memiliki variasi yang berbeda diantara keduanya.
3.      Tanaman vanili, digunakan pada industry pangan dan non pangan.












                                                                                   








DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2005.Harga Vanili Indonesia Hancur, http://www.kapanlagi.com, Akses Tanggal 27 April 2010, Makassar.
2006. Peluang Vanili Indonesia di Pasar Vanili Dunia Masih Terbuka, http://www.kadin-indonesia.or.id, Akses Tanggal 21 juni 2012, Makassar.
2008.Pengolahan dan Pengeringan Buah Vanili, http://foragri.blogsome.com. Akses Tanggal 28 Maret 2010, Makassar.
2010a.Vanili, http://www.wikipedia.org , Akses Tanggal 21 juni 2012, Makassar.
2010b, Perkebunan Vanili, http://www.bi.go.id/web, Akses Tanggal 21 juni 2012, Makassar.
2010c, Pertanian dan Perkebunan Indonesia, http://www.wikipedia.org, Akses Tanggal 21 juni 2012, Makassar.

3 komentar:

  1. mas kalo mau jual vanili gmn?bisa kah anda carikan market untuk kami?trmksh

    BalasHapus
  2. ehemmm,mas tolong di posting ya data tahun 2006-2011...makasih sbelumnya

    BalasHapus
  3. Halo, Kami tengah mencari mitra petani/ pemasok yang bisa memasok buah vanilla basah/ hijau kepada Kami di pulau Jawa, informasi silahkan via email ke agusramadas@yahoo.co.id

    BalasHapus